Perbedaan Hitungan Ayat Dalam Al-Quran

Sumber : Wikipedia


Berapakah jumlah ayat dalam al-quran ? Mungkin ada yang akan menjawab : “6.666 ayat”. Ada juga yang menjawab : “6.236 ayat”. Dan mungkin ada yang menjawab dengan jumlah berbeda. Sebelum kita saling berbantah-bantahan apalagi saling menyalahkan mengenai berapa jumlah pasti ayat dalam al-quran, marilah kita simak penjelasan berikut.1

Menurut salah seorang pakar ulumul-Qur’an awal, as-Suyuti (w. 911 H/1505 M) dalam karyanya al-Itqan fi Ulumil-Qur’an mengutip pendapat Abu Amr ad-Dani (w. 444 H/1052 M), para sarjana Al-Qur’an menyepakati (ajma’u) bahwa jumlah ayat Al-Qur’an adalah 6.000 ayat, para ulama berbeda pendapat terkait lebihannya.1 Pendapat ini juga dikuatkan oleh Ibnu Katsir. Menurut az-Zarkasyi (w. 794 H/1391 M), nabi Muhammad SAW terkadang berhenti pada akhir ayat karena waqaf, namun keesokan harinya nabi tidak lagi berhenti pada tempat semula, bahkan menyempurnakan bacaannya, sehingga para sahabat yang mendengarnya menyangka berhentinya nabi tersebut karena faktor akhir ayat (fasilah).

Abdur-Razaq Ali Ibrahim Musa dalam al-Muharrar al-Wajiz fi ‘Addi Ayil Kitabil-Aziz (h. 47) menginformasikan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang jumlah ayat Al-Qur’an. Menurut pendapat terkuat, kriteria dan jumlah pengelompokan ini terkait erat dengan enam copy naskah Usmaniyah yang didistribusikan ke beberapa garnisun wilayah Islam waktu itu (al-Amshar). Oleh karena itu, hitungan Madinah ada dua (Madani Awal dan Akhir), Mekah, Syam, Kufah, dan Basrah, demikian menurut ad-Dani. Sementara al-Ja’biri menambahkan satu lokasi lagi, yakni hitungan dari daerah Hims. Dari kronologi ini kemudian para ulama setelahnya menggenapkannya menjadi 7 riwayat yang memberikan keterangan tentang jumlah ayat dalam Al-Qur’an.
1.                  Al-Madani (Madinah), hitungan jumlah ayat dalam kelompok ini dibagi lagi menjadi dua, yaitu Madani Awal dan Madani Akhir.
a)                   Madani Awal disandarkan pada riwayat Abu Amr ad-Dani dengan jalur dari Imam Nafi dari riwayat Abu Ja’far bin Yazid al-Qa’qa’dari Imam Syaibah bin Naskah, seorang anak laki-laki dari mantan budaknya Ummu Salamah (istri Rasulullah), jumlahnya adalah 6.217 ayat.
b)                  Madani Akhir disandarkan pada riwayat Abu Amr ad-Dani dengan jalur dari Imam Nafi dari riwayat Ismail bin Ja’far dari Sulaiman bin Jammaz dari Abu Ja’far dan Syaibah bin Nashah secara marfu dari keduanya, jumlah ayatnya adalah 6.214 ayat.
2.                  Al-Makki (Mekah) disandarkan pada riwayat Abu Amr ad-Dani dengan jalur Abdullah bin Katsir al-Makki dari Mujahid bin Jubair dari Ibnu Abbas dari Ubay bin Ka’ab, 6.219 dan 6.210 ayat. Jumlah 6.210 adalah pendapat Ubay bin Ka’ab sendiri, mayoritas orang-orang Mekah memakai hitungan 6.219, demikian komentar ad-Dani.
3.                  As-Syami (Syria) disandarkan dari riwayat Abu Amr ad-Dani dengan jalur Yahya bin Harits ad-Dimari dari al-Akhfasy dari Ibnu Dzakwan dan al-Halwani dari Hisyam, Ibnu Dzakwan dan Hisyam dari Abu Ayyub bin Tamim al-Qari dari Abdullah bin Amir al-Yahshibi dari Abu Darda, jumlah ayatnya adalah 6.226 ayat.
4.                  Al-Kufi (Kufah, Irak) disandarkan dari riwayat Abu Amr ad-Dani dengan jalur  Hamzah bin Hubaib bin Ziyat dari Ibnu Abu Laila dari Abu Abdirrahman bin Habib as-Sulami dari Ali bin Abi Talib, jumlah ayatnya adalah 6.236 ayat.
5.                  Al-Bashri (Basrah, Irak) disandarkan dari riwayat Abu Amr ad-Dani dengan jalur ‘Ashim al-Jahdari dan Atha bin Yasar, jumlah ayatnya adalah 6.204 ayat.
6.                  Al-Himsyi, menurut al-Mutawalli disandarkan dari riwayat Syuraikh bin Yazid al-Himsyi al-Hadrami. Sementara menurut Abdul Ali Mas’ul hitungan ini disandarakan kepada Khalid al-Ma’dan seorang tabi’in senior dari Syam. Meskipun terjadi perbedaan sumber, keduanya sepakat jumlah ayatnya adalah 6.232 ayat.

Berikut adalah tabel ringkasan jumlah ayat beserta perawinya :

Tabel Jumlah Ayat dan Rawinya
No
Jumlah Ayat
Kategorisasi
Rawi
1

6217
Madani Awal
Nafi dari riwayat Abu Ja’far bin Yazid al-Qa’qa’
6214
Madani Akhir
Nafi dari riwayat Ismail bin Ja’far
2
6219
Makki
Abdullah bin Katsir al-Makki dari Mujahid bin Jubair
3
6225
Syami
Abu Ayyub bin Tamim al-Qari dari Abdullah bin Amir al-Yahshibi
4
6236
Kufi
Hamzah bin Hubaib bin Ziyat dari Ibnu Abu Laila dari Abu Abdirrahman bin Habib as-Sulami
5
6205
Bashri
‘Ashim al-Jahdari dan Atha bin Yasar
6
6232
Himsy
Khalid al-Ma’dan

Saat ini terdapat dua riwayat yang paling banyak dan sering digunakan sebagai standar dalam penerbitan/pencetakan al-qur’an yaitu :
1.             Mazhab al-Kuffiyun yang diriwayatkan Hamzah bin Hubaib bin Ziyat dari Ibnu Abu Laila dari Abu Abdirrahman bin Habib as-Sulami dari Ali bin Abi Talib dengan jumlah ayat 6.236 ayat. Mazhab ini dipakai oleh mayoritas negara-negara muslim termasuk Mushaf Madinah terbitan Mujamma’ Malik Fahd dan Mushaf Standar terbitan Indonesia.
2.              Madani Awal disandarkan pada riwayat Imam Nafi dari riwayat Abu Ja’far bin Yazid al-Qa’qa’, 6217 ayat. Mazhab ini setidaknya telah dipakai oleh Mushaf al-Jamahiriyah dengan riwayat Qalun ‘an Nafi yang diterbitkan oleh Libya.


Bagaimana dengan jumlah 6.666 ayat ?

Menurut sebuah sumber, angka ini berasal dari keterangan Syekh Nawawi al-Bantani (w. 1316 H/1897 M) dalam kitabnya Nihayatuz-Zain fi Irsyadil-Mubtadiin. Menurut al-Bantani, bilangan ayat Al-Qur’an itu 6.666 ayat, yaitu 1.000 ayat di dalamnya tentang perintah, 1.000 ayat tentang larangan, 1.000 ayat tentang janji, 1.000 ayat tentang ancaman, 1.000 ayat tentang kisah-kisah dan kabar-kabar, 1.000 ayat tentang ‘ibrah dan tamsil, 500 ayat tentang halal dan haram, 100 ayat tentang nasikh dan mansukh, dan 66 ayat tentang du’a, istighfar dan dzikir.

Sumber lain dengan jumlah yang sama tetapi dengan penjelasan berbeda adalah pandangan az-Zuhaily dalam at-Tafsir al-Munir fil-‘Aqidah wasy-Syari’ah wal-Manhaj, (2003, jilid 1/45), “membenarkan” jumlah ayat Al-Qur’an dalam (tariqah) hitungan al-Kufiyyun adalah 6.236 ayat, namun demikian ia juga menyebutkan menurut hitungan yang lain berjumlah 6.666 ayat. Perhitungan ini sepertinya didasarkan pada kalkulasi pertimbangan isi keseluruhan ayat dalam Al-Qur’an. Dalam pandangan ini, ayat-ayat Al-Qur’an dapat diklasifikasi dan dijumlahkan sebagai berikut; al-amr (perintah) 1.000 ayat, an-nahy (larangan) 1.000 ayat, al-wa’d (janji) 1.000 ayat, al-wa’id (ancaman) 1.000 ayat, al-qasas wal-akhbar (kisah-kisah dan informasi) 1.000 ayat, al-ibr wal-amtsal (pelajaran dan perumpamaan) 1.000 ayat, al-haram wal halal (halal dan haram) 500 ayat, ad-du’a (doa) 100 ayat, dan an-nasikh wal-mansukh 66 ayat.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan sementara bahwa jumlah 6.666 ayat adalah jumlah hitungan ayat Al-Qur’an berdasarkan kandungan isi ayat dari sebagian ulama, bukan hitungan dalam pengertian menghitung satu per satu ayat dalam perspektif ilmu addul-ayi.

Itulah penjelasan singkat mengenai perbedaan hitungan ayat dalam al-quran menurut para ulama. Menurut saya pribadi, perbedaan jumlah ayat al-quran sama sekali tidak mempengaruhi isi dari al-quran. Karena perbedaan jumlah ayat tersebut disebabkan adanya perbedaan penentuan akhir ayat. Jadi bisa saja dalam satu riwayat ditulis 1 ayat, namun dalam riwayat lain dibagi menjadi dua ayat. Akan tetapi perbedaan jumlah ayat ini tidak merubah perkataan/isi ayat tersebut.  


Sumber :
SHARE

Milan Tomic

Hi. I’m Designer of Blog Magic. I’m CEO/Founder of ThemeXpose. I’m Creative Art Director, Web Designer, UI/UX Designer, Interaction Designer, Industrial Designer, Web Developer, Business Enthusiast, StartUp Enthusiast, Speaker, Writer and Photographer. Inspired to make things looks better.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar